Pengertian hukum adat : sumber dan contohnya – Peraturan tentunya dibuat untuk mengatur masyarakat agar bisa hidup dengan tenang dan tentram. Dimana di Indonesia sendiri selain terdapat hukum tertulis, juga terdapat hukum yang tidak tertulis. Salah satunya adalah Hukum Adat. Seperti yang diketahui khalayak umum, bahwa Indonesia merupakan negara yang kaya akan keanekaragaman budaya, adat istiadat, bahasa dan berbagai kesenian. Dengan demikian hukum adat daerah satu dengan lainnya di Indonesia tentunya akan berbeda. Nah sebelum membahas akan hal tersebut, terlebih dahulu kita pahami akan makna dari hukum adat.

Pengertian Hukum Adat

Istilah hukum adat pertama kali dinyatakan oleh Prof Christian Snouk Hugronje yaitu Adat recht yang merupakan hukum yang ada di Indonesia dalam bukunya yang berjudul The Atjehers dan het Gayo Land. Jika ditinjau dari kata, hukum adat merupakan paduan dari kata hukum dan adat. Dimana hukum berasal dari kata recht dalam bahasa belanda, dan adat berasal dari bahasa arab yang memiliki arti kebiasaan. Pada dasarnya hukum adat ini merupakan istilah yang biasa digunakan untuk menyebutkan suatu hukum yang ada berlaku bagi masyarakat pribumi di Indonesia.

Selain itu terdapat beberapa ahli hukum yang mendefinisikan Hukum adat. Menurut Soepomo sendiri, Hukum Adat adalah hukum yang tidak tertulis di dalam peraturan-peraturan legislative (unstatutory law) meliputi peraturan-peraturan hidup yang meskipun tidak ditetapkan oleh yang berwajib tetapi ditaati dan didukung oleh rakyat berdasarkan atas keyakinan bahwasanya peraturan-peraturan tersebut mempunyai kekuatan hukum.

Sedangkan Cornelis yang menyatakan bahwa hukum adat adalah hukum yang tidak bersumber kepada aturan aturan yang dibuat oleh pemerintah Hindia Belanda. Jika disimpulkan bahwa hukum adat adalah seluruh tingkah laku yang hidup yang ada dalam masyarakat asli di Indonesia yang diambil dari nilai rohani, kepercayaan dan kebudayaan yang telah berlaku di tengah masyarakat sedangkan bagi yang melanggar terdapat sanksi sebagai akibat dari pelanggaran yang sifatnya memaksa.

Sumber Hukum Adat

Berdasarkan asalnya sumber hukum adat di Indonesia diklasifikasikan menjadi dua yaitu terdiri Sumber hukum (rechtsbron), antara lain meliputi: Kebiasaan dan adat istiadat yang berhubungan dengan tradisi rakyat (van Vollenhoven), Kebudayaan tradisional rakyat (Terhaar), Ugeran-ugeran yang langsung timbul sebagai pernyataan kebudayaan orang Indonesia asli (Djojodiguno) dan Perasaan keadilan yang hidup di dalam hati nurani rakyat (Soepomo).

Sumber hukum adat selanjutnya ada;ah pengenalnya (kenbron), antara lain: Pepatah-pepatah adat, Yurisprudensi adat, dan Laporan-laporan dari komisi-komisi penelitian yang khusus dibentuk. Selain itu juga terdapat Dokumen-dokumen yang memuat ketentuan-ketentuan hukum yang hidup pada waktu itu, baik berupa piagam peraturan-peraturan, maupun ketentuan-ketentuan/keputusan-keputusan. Sumber hukum adat selanjutnya adalah buku Undang-Undang yang ditulis oleh Raja atau sultan atau buku karangan para ahli hukum/ sarjana.

Contoh Hukum Adat

Setiap wilayah di Indonesia tentunya tidak memiliki hukum adat yang sama. Hal tersebut terbukti dari beberapa contoh dari hukum ada. Salah satunya adalah Hukum adat Minangkabau. Hukum adat tersebut mengharuskan wanita mendapat warisan utuh dari orang tuanya sedangkan laki-laki Minangkabau bertugas merantau ke tanah orang untuk mencari harta kemudian ilmu yang mereka dapatkan di tanah rantau diamalkan di kampung halaman. Berbeda dengan hukum Adat di wilayah Jawa Tengah ataupun Yogyakarta, yang mana anak laki-laki mendapat warisan yang lebih banyak dibandingkan seorang wanita.

Selain hukum adat diatas yang membahas mengenai pembagian warisan, contoh hukum adat di Indonesia lainnya adalah Hukum adat di Papua jika seseorang mengalami kecelakaan dan menyebabkan orang lain meninggal maka orang tersebut harus membayar ganti rugi berupa sejumlah uang dan ternak babi dalam jumlah yang sangat besar.

Di sisi lain juga terdapat hukum adat yang sampai saat ini masih dipatuhi dan enggan dilanggar oleh masyarakat setempat. Dimana terdapat larangan pernikahan antara marga yang sama pada orang Batak (Tapanuli). Hal tersebut berasalan karena dianggap perkawinan sesama saudara. Sebaliknya hal yang berlawanan dipercayai oleh suku Dayak. Masyarakat Dayak mengharuskan perkawinan dilaksanakan dengan sistem endogami. Sistem endogami merupakan perkawinan antar keluarga yang masih terdapat dalam satu rumpun suku bangsa bersangkutan.

pengertian hukum adat

Nah itulah tadi mengenai hukum adat yang telah ada sejak zaman nenek moyang hingga saat ini masih mengakar kuat sebagai pemersatu bangsa.

Recent search terms:

  • contoh hukum adat
  • pengertian hukum adat
  • contoh hukum adat istiadat
  • sumber hukum adat
  • pengertian hukum adat dan contohnya
  • hukum adat dan contohnya
  • hukum adat yang ditulis
  • contoh hukum adat adat dan budaya
  • jelaskan sumber-sumber dari hukum adat
  • pengertian dan contoh hukum adat
Pengertian Hukum Adat : Sumber dan Contohnya
Tagged on: