Pengertian hukum pidana : tujuan dan contoh – Peranan hukum dalam kehidupan manusia sehari-hari tentunya juga sangat penting. Dimana dengan adanya hukum dapat mengontrol dan menjamin tingkah laku dan perbuatan manusia, sehingga bisa menciptakan kedamaian dan ketentraman dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara. Di sisi lain peranan hukum juga berfungsi untuk menjamin setiap manusia untuk bisa mendapat keadilan dan pembelaan di depan hukum. Dimana di Indonesia terdapat dua jenis hukum, yaitu hukum perdata dan juga hukum pidana.

Pengertian Hukum Pidana

Sebelum membahas lebih lanjut mengenai seluk beluk hukum pidana, tentunya perlu dipahami terlebih dahulu mengenai apa itu hukum pidana. Dari beberapa ahli hukum memang belum memiliki kesamaan yang pasti akan pengertian hukum pidana. Salah satunya adalah Pompe yang menyatakan bahwa hukum pidana adalah semua aturan hukum yang menentukan terhadap tindakan apa yang seharusnya dijatuhkan pidana dan apa macam pidananya yang bersesuaian. Sedangkan DR. WIRJONO PRODJODIKORO, S. H. juga berpendapat mengenai Hukum pidana adalah peraturan hukum mengenai pidana.

Berbeda halnya dengan SATCHID KARTANEGARA : Hukum pidana adalah sejumlah peraturan- peraturan yang merupakan bagian dari hukum positif yang mengandung larangan-larangan dan keharusan-keharusan yang ditentukan oleh negara atau kekuasaan lain yang berwenang untuk menentukan peraturan-peraturan pidana, larangan atau keharusan mana disertai ancaman pidana dan apabila hal ini dilanggar timbullah hak negara untuk melakukan tuntutan, menjalankan pidana dan melaksanakan pidana.

Pengertian hukum pidana merupakan sebuah peraturan yang mengatur berbagai macam perbuatan yang dilakukan manusia, dimana bagi yang melanggarnya akan mendapatkan sanksi ataupun hukuman. Di sisi lain hukum pidana adalah bagian dari keseluruhan hukum yang berlaku di suatu negara sebagai dasar untuk menentukan perbuatan mana yang dilarang dengan disertai sanksi bagi yang melanggarnya, menentukan kapan dan dalam hal apa kepada mereka yang melanggar dapat dikenai pidana serta menentukan bagaimana pemberian pidana tersebut dilakukan.

Tujuan Hukum Pidana

Tentunya dengan diberlakukan Hukum Pidana pastinya terdapat tujuan. Dimana tujuannya adalah untuk melindungi kepentingan orang perseorangan (individu) atau hak-hak asasi manusia dan masyarakat, serta negara. Di Indonesia (yang mengalami penjajahan oleh bangsa asing berkali- kali) setelah merdeka, sudah seharusnya bila hukum pidana Indonesia (bukan hukum pidana di Indonesia) disusun dan dirumuskan sedemikian rupa, agar semua kepentingan negara, masyarakat dan individu sebagai warga negara dapat diayomi dalam keseimbangan yang serasi berdasarkan pancasila. Dengan demikian tujuan hukum Pidana Indonesia adalah pengayoman semua kepentingan secara serasi.

Di sisi lain berdasarkan Prof. Moeljatno, S.H. terdapat dua tujuan Hukum Pidana yaitu:

  • Mempertahankan Civil Morality (standart moral masyarakat) yang didasarkan pada kesalahan.
  • Mempertahankan “Standart Social Utility” dalam arti kemanfaatan Hukum pidana bagi masyarakat. Hal ini tampak dalam perkembangan Hukum Pidana dimana subyek Hukum pidana/pelakunya selain manusia, termasuk korporasi/badan hukum

Sedangkan menurut Prof. Dr. Wirjono projodikoro S. H. tujuan hukum Pidana diberlakukan adalah:

  • Untuk menakut – nakuti orang agar jangan sampai melakukan kejahatan, baik secara menakut – nakuti orang banyak maupun menakut – menakuti orang tertentu yang sudah menjalankan kejahatan, agar dikemudian hari tidak melakukan kejahatan lagi.
  • Untuk mendidik atau memperbaiki orang – orang yang sudah menandakan suka melakukan kejahatan, agar menjadi orang yang baik tabiatnya.

Contoh Hukum Pidana

Jika ditinjau dari jenisnya terdapat 11 jenis tindak pidana, diantaranya adalah: Delik Kejahatan dan Delik Pelanggaran, Delik Materiel dan Delik Formil, Delik Commisionis, Delik Ommisionis, dan Delik Commisionis per, ommisionis commissa., Delik Dolus & Delik Culpa, Delik Aduan, Delik Ekonomi, Kejahatan Ringan, Delik Berkualifikasi & Delik Bersahaja, Delik Politik, Delik – delik perkembangan tindak pidana dan International Crime.

Sedangkan contoh hukum pidana merupakan perbuatan yang dilarang dalam UU ataupun uud, diantarnya adalah: pelaku perbuatan pembunuhan, pelaku perbuatan pemerkosaan, Pelaku perbuatan Mencuri/merampok, Pelaku perbuatan korupsi, Pelaku perbuatan penganiyaan dam Pelaku perbuatan penipuan.

Pengertian Hukum Pidana

Demikianlah penjelasan singkat mengenai jenis hukum yang ada di Indonesia, yaitu hukum pidana yang digunakan untuk mengatur kehidpuan manusia menjadi lebih baik.

Recent search terms:

  • contoh hukum pidana
  • pengertian hukum pidana dan contohnya
  • hukum pidana dan contohnya
  • pengertian dan contoh hukum pidana
  • pengertian hukum pidana
  • Jelaskan Hukum Pidana dan contohnya
  • pengertian hukum pidana dengan contohnya
  • pengertian hukum pidana dan contoh nya
  • contoh hukum pidana mendidik
  • contoh hukum pidana dalam masyarakat
Pengertian Hukum Pidana : Tujuan dan Contohnya
Tagged on: